Oleh: ch41rum4n | 5 Januari 2011

Penambah kecepatan windows XP

Windows XP anda bootingnya lemot sekali alias lamban banget..? Jangan putus asa, berikut ini saya akan berbagi trik untuk mempercepat booting Windows XP ( SP2 ). Selama ini saya juga sempat menemukan berbagai macam trik untuk mempercepat proses booting ini, dan versi saya, trik berikut ini cukup cocok dengan apa yang saya harapkan.

Langkah I:

1. Buka notepad.exe, ketik “del c:\windows\prefetch\ntosboot-*.* /q” (tanpa tanda petik) & save as ntosboot.bat” di c:\
2. Klik Start menu, “Run…” & ketik “gpedit.msc” (tanpa tanda petik).
3. Dobel klik “Windows Settings” di bawah “Computer Configuration” dan double klik lagi di “Shutdown” di jendela sebelah kanan.
4. Pada jendela baru, klik “add”, “Browse”, cari file “ntosboot.bat” tadi & klik “Open”.
5. Klik “OK”, “Apply” & “OK” sekali lagi untuk keluar.
6. Dari Start menu, pilih “Run…” & ketik “devmgmt.msc” (tanpa tanda petik).
7. Dobel klik di “IDE ATA/ATAPI controllers”
8. Klik kanan di “Primary IDE Channel” dan pilih “Properties”.
9. Pilih “Advanced Settings” tab lalu pada device 0 atau1, pilih “none” yang terseting “Automatic” & klik “OK”.
10. Klik kanan di “Secondary IDE channel”, pilih “Properties” dan ulangi langkah no 9.
11. Boot ulang/restart.

Langkah II:

1. Dari Start menu, pilih “Run…” & ketik “msconfig” (tanpa tanda petik).
2. Pilih tab “Startup”, kemudian hilangkan semua centang yang ada/disable.
3. Pilih tab “Services”, kemudian beri centang “Hide All Microsoft Service”. Kemudian hilangkan semua centang yang ada/disable.
4. Boot ulang/restart.

Langkah III:

1. Buka Windows Explorer. Klik folder Windows – Prefetch.
2. Hapus semua file yang ada di folder prefetch.
3. Boot ulang/restart dan rasakan pengaruhnya. Semoga berguna.

Tweaking Windows Untuk Mempercepat Computer

Pada kali ini ESC-creation akan membahas bagaimana mempercepat kinerja komputer yang kita miliki sehingga performance lebih baik dengan sedikit Tweaking dan Modifikasi pada setting Windows computer kita. Hal ini sangat membantu untuk mempercepat Kinerja computer kita yang mungkin anda rasa masih lamban seperti bila kita masih menggunakan PC setara pentium III atau Pentium 4.

Dengan menerapkan Modifikasi, optimiser, Tweaking seeting Registry pada Windows maka hal ini akan mengoptimalkan kerja dari Computer agar bekerja lebih cepat dari sebelumnya.

Berikut langkah Optimasi untuk mempercepat kinerja Komputer :

A. Matikan beberapa fitur Start Up.

Hal ini akan mempercepat loading Windows pada waktu Booting atau pertama kali kita menghidupkan Komputer.
Masuk menu RUN >>> Ketikan MSCONFIG >> OK >> Pilih menu Start Up >> Hilangkan semua cawang pada Start up kecuali Program Anti virus
Klik Menu service >> Hilangkan cawang pada Automatic Updates
Setelah itu >>> Aplly >>> Ok

Hal ini memerlukan Restart Windows, Setelah itu ada Message Windows dan pilih dont show this message again. Kemudian lanjutkan ke Optimasi pada Registry Windows di bawah ini.
KumpulBlogger.com

B. Optimasi Pada Registry

Rubah Registry Windows pada bagian berikut ini.
MASUK RUN >> Ketik REGEDIT >> >> OK
MY COMPUTER >>> HKEY_CURRENT_USER >> CONTROL PANEL >> DESKTOP >>
Cari MENU SHOW DELAY >> Doble Klik dan rubah value data menjadi 10
Cari HUNG-UP TIME OUT >> Doble Klik rubah value dataya menjadi 5
MY COMPUTER >> HKEY_LOCAL_MACHINE >> SYSTEM >> CONTROLSET001 >> CONTROL >> WAIT TO KILL SERVICE >> Rubah Valuenya menjadi 500
MY COMPUTER >> HKEY_LOCAL_MACHINE >> SYSTEM >> CONTROL SET002 >> CONTROL >> WAIT TO KILL SERVICE >> Rubah Valuenya menjadi 500
MY COMPUTER >> HKEY_LOCAL_MACHINE >> SYSTEM >> CURRENT CONTROL Set> COntrol >> SESION MANAGER >> MEMORY MANAGEMENT >> DISABLE PAGING EXCecutive >> Rubah Value data menjadi 1

C. Optimalkan Virtual Memory
Masuk Control Panel >> System >> Advanced >> Performance Setting >>> Pilih Custom >> Cawang pada : “Use Drop Shadow For Icon labels on the dekstop” dan “Use Visual styles on windows and buttons” dan kemudian aplly.
Pada menu advanced >>> Virtual memory >> Change >> Klik pada drive c:Windows >> Pilih Custom Size >> Rubah Value pada initial size dan maximum Size 2 kali lipat dari value sebelumnya misal 256 rubah ke 512 , 512 rubah 1000) atau anda bisa merubah sesuai keinginan anda asal lebih besar dari value sebelumnya, Kemudian klik Ok.

Tweaking dan modifikasi diatas bertujuan untuk mengoptimalkan dan mempercepat proses kerja suatu program atau software. Dan untuk mencegah peringatan / warning Virtual memory too low pada saat menjalankan program yag berat seperti Adobe Photoshob, Corel Draw, Adobe Premiere, Pinacle dan program berat lain yang memerlukan Virtual memory yang besar. Dan juga hal ini untuk mendukung Memory Ram yang kecil sehingga masih bisa digunakan untuk menjalankan progam berat tersebut.

Setelah selesai Restart komputer anda maka Kinerja dan Performance Computer anda akan lebih cepat dari sebelumnya. Selamat Mencoba.

Internet Marketing Indonesia pasti sudah sangat familiar dengan flashdisk. Dan saya juga punya keyakinan 95% lebih mereka yang pernah menggunakan komputer pasti pernah menggunakan flashdisk.
Setiap kali akan mencabut flashdisk, biasanya kita akan menggunakan perintah Safely Remove Hardware. Tetapi terkadang keluar pesan error Generic Volume Cannot Be Stopped yang menghambat kita untuk mencabut flashdiskkita. Kenapa bisa begitu dan bagaimana mengatasinya?
Blogger PC World mengungkapkan Windows tidak mengizinkan kita untuk mencabut flashdisk adalah karena ada file, program atau suatu proses dari sistem yang masih bekerja pada flashdisk tersebut. Dan mencabut dalam kondisi tersebut bisa mengakibatkan flashdisk menjadi rusak.
Berikut tips cara mengatasinya :
1. Mulai dengan menutup semua window explorer yang masih terbuka. Meski mereka tidak sedang menampilkan isi dari drive, mereka mungkin sedang melakukan proses pada drive.
2. Tutup program yang mungkin sedang mengakses file atau folder yang ada pada flashdisk. Sebagai contoh Anda sedang membuka file Word yang ada di flashdisk, maka Anda harus menutup file Word yang sedang terbuka tersebut.
3. Jika masih belum bisa, kemungkinan ada program yang sedang mengakses flashdisk tanpa sepengetahuan Anda. Contohnya mungkin program antivirus sedang melakukan scanning atau mengawasi flashdiskAnda. Ini akan membuat safe removal akan sulit dilakukan. Jika Anda menggunakan program pemonitor sistem, coba lihat setting-nya apakah bisa Anda tidak mengikutkan external drive. Tetapi memang sedikit beresiko karena flashdisksering menjadi sumber virus.
4. Karena hal tsb. maka kemungkinan selanjutnya adalah ada virus yang sedang menulari flashdisk atau sedang meng-copy-kan diri dari flashdisk ke komputer Anda! Hal ini bisa menjadi kemungkinan terakhir jika Anda sudah memastikan tidak ada program dan file, baik yang terlihat atau tidak, yang sedang melakukan proses pada flashdisk. Jika Anda masih bisa mengamati isi flashdisk maka dalam kasus ini isi dari flashdisk anda akan bertambah dengan file-file baru dan aneh yang sebelumnya tidak pernah anda copy-kan.
5. Terakhir. Jika masalahnya sulit untuk diatasi terutama jika karena ada akses dari program yang tidak anda ketahui termasuk juga virus, anda bisa mencoba langkah terakhir.
Pertama, anda bisa menunggu sampai proses shutdown untuk mencabutnya.
Kedua, jika Anda benar-benar butuh cepat untuk mencabutnya tanpa bisa menunggu sampai shutdown terutama jika yang mengaksesnya adalah virus, lihatlah lampu yang ada pada flashdisk. Pastikan tidak ada aktivitas, baru anda bisa langsung mencabutnya tanpa mengindahkan peringatan yang ada. Tentu saja cara ini tetap mengandung resiko terjadi kerusakan data pada flashdisk.
Mudah-mudahan bermanfaat!
Sumber : kapanlagi.com

Kalian pasti tau dengan yg namanya FlashDisk. Itu adalah perangkat luar yg berfungsi untuk menampung data2 komputer mini selain disket. Skrg orang lebih banyak pake Flashdisk dibandingkan pake disket karena fisiknya yg kecil namun dengan kapasitas yg lebih besar. Orang kebanyakan menggunakan flashdisk apabila akan ke warnet untuk mengunduh beberapa file dari internet untuk yg gak punya koneksi internet di rumahnyaa. Nah, pake flashdisk itu ada tata caranyaa! Gabisa khan klo maen colok sana-sini, langsung cabut sembarangan, maen banting, maen lempar, maen serong (okeh itu dah mulai lebay dan gak nyambung) Ntar yg ada data2 di flashdisk kita rusak bahkan hilang. Salah satu tata cara penggunaan flashdisk yg baik adalah begitu kita mau mencabut flashdisk dari komputer kita, kita kudu mengklik kanan ikon yg ada di taskbar di pojok kanan bawah. Setelah itu klik tulisan Safely Remove Hardware. Tujuannya supaya kita komputer dah gak bakalan mendetek flashdisk kita lagi. Jadi supaya mastiin klo gak ada data dari flashdisk kita lagi gak dipake atau digunain. Tapi, terkadang pas kita dah klik tulisan Safely Remove Hardware, rupanya malah muncul pesan error Generic Volume Cannot Be Stopped right now seperti di bawah ini.

Nah, itu ada beberapa alasan kenapa kita gabisa mencabut tuh flashdisk. Berikut ini 3 contoh alasan flashdisk gabisa dicabut:

1. Masih ada Windows Explorer yg terbuka
Meskipun kalian tau Windows Explorer itu lagi gak membuka drive flashdisk, tapi akan lebih baik klo semua Windows Explorer atau File Manager lainnya ditutup ajaa. Soalnya siapa tau mereka masih melakukan proses pada drive. Jadi, solusi untuk alasan yg satu ini adalah dengan menutup semua File Manager yg ada walau File Manager itu lagi gak menampilkan isi dari flashdisk.

2. Masih ada program/software yg lagi membuka file yg berada di flashdisk
Nah, untuk yg satu ini kalian pasti ngerti khan kenapa kita gabisa mencabut flashdisk? Udah jelas karena file dari flashdisk itu lagi dipake dan blom disave di komputer. (masih ada di flashdisk) Jadi klo kalian pengen mencabut flashdisk tapi filenya masih lagi dipake, save ajah dulu di komputer kalian supaya kita bisa mencabut flashdisk tanpa merusak atau kehilangan file tersebut dan masih bisa kita jalankan di komputer kita. Misalnya ajah file MS Word. Jadi solusinya adalah dengan menutup semua aplikasi dan software yg masih menggunakan file dalam flashdisk.

3. Ada aplikasi atau software yg menjalankan file dalam flashdisk tanpa sepengetahuan kamu
Kalian dah mastiin semua File Manager dah ditutup, juga semua aplikasi yg mungkin lagi mengakses file dalam flashdisk dah ditutup tapi masih juga gabisaa. Kemungkinan ada software atau program yg lagi mengakses flashdisk kamu tanpa sepengetahuan kamu. Mungkin AntiVirus lagi menscan flashdisk kamu jadi kamu blom bisa mencabut flashdisk itu selain menunggu scannya selesai atau menyetop scan. Solusinya adalah klo kamu pake program pemonitor sistem, kamu bisa mengubah settingannya supaya scannya gak menyertakan eksternal drive. Tapi hati2 soalnya ini berisiko membahayakan komputer kamu. Soalnya khan flashdisk tuh yg biasanya menjadi sumber virus.

4. VIRUS!!
Nah ini alasan yg paling bahayaaa! VIRUS! Kemungkinan flashdisk kamu masih tetep gabisa dibuka bahkan setelah mengecek semuanya klo gak ada aplikasi/software manapun yg lagi mengakses flashdisk kamu karena adanya virus berupa file yg gak pernah kamu simpen di dalemnya yg lagi menular atau menyalin diri dari flashdisk ke komputer kamu! Horroooor… Solusinya adalah

1. Menunggu sampai komputer shutdown setelah itu baru kamu bisa mencabut flashdisk

2. Klo kamu butuh cepet2 mencabut flashdisk itu, kamu harus liat dulu lampu yg ada di flashdisk. Klo dah gak kedap-kedip, kamu bisa ajah langsung cabut. Tapi ini juga berisiko membuat data rusak atau hilang.

Yo! Segitu ajah dulu tips dan trik aku. Klo kalian masih punya beberapa alesan lagi, tolong kasih komentarnya yaaa!

Regards,
Ananda Ganesha Maaruf
http://www.dewagajah.co.cc
http://www.dewa-gajah.co.cc

Oleh: ch41rum4n | 15 Oktober 2009

flash disk tidak bisa di cabut

KapanLagi.com – Setiap kali akan mencabut flashdisk, biasanya kita akan menggunakan perintah Safely Remove Hardware. Tetapi terkadang keluar pesan error Generic Volume Cannot Be Stopped yang menghambat kita untuk mencabut flashdisk kita. Kenapa bisa begitu dan bagaimana mengatasinya?
Blogger PC World mengungkapkan penyebab kenapa Windows tidak mengizinkan kita untuk mencabut flashdisk adalah karena ada file, program atau suatu proses dari sistem yang masih bekerja pada flashdisk tersebut. Mencabutnya saat masih terjadi akses data pada flashdisk akan mengakibatkan ada beberapa file akan corrupt dan bisa membuat flashdisk menjadi rusak.
Cara mengatasinya bisa dimulai dengan menutup semua window Explorer yang masih terbuka. Meski mereka tidak sedang menampilkan isi dari drive, mereka mungkin sedang melakukan proses pada drive.
Selanjutnya, tutup program yang mungkin sedang mengakses file atau folder yang ada pada flashdisk. Sebagai contoh Anda sedang membuka file Word yang ada di flashdisk, maka Anda harus menutup file Word yang sedang terbuka tersebut.
Jika semua itu masih belum saja menjadi solusi, kemungkinan ada program yang sedang mengakses flashdisk tanpa sepengetahuan Anda. Contohnya mungkin program antivirus sedang melakukan scanning atau mengawasi flashdisk Anda. Ini akan membuat safe removal akan sulit dilakukan.
Jika Anda menggunakan program pemonitor sistem, coba lihat setting-nya apakah bisa Anda tidak mengikutkan external drive. Tetapi memang sedikit beresiko karena flasdisk sering menjadi sumber virus.
Karena hal ini pula penulis menambahkan kemungkinan lain kenapa tidak bisa dilakukan safely remove adalah ada virus yang sedang menulari flashdisk atau sedang meng-copy-kan diri dari flashdisk ke komputer Anda! Hal ini bisa menjadi kemungkinan terakhir jika Anda sudah memastikan tidak ada program dan file, baik yang terlihat atau tidak, yang sedang melakukan proses pada flashdisk. Jika Anda masih bisa mengamati isi flashdisk maka dalam kasus ini isi dari flashdisk Anda akan bertambah dengan file-file baru dan aneh yang sebelumnya tidak pernah Anda copy-kan.
Jika masalahnya sulit untuk diatasi terutama jika karena ada akses dari program yang tidak Anda ketahui termasuk juga virus, Anda bisa mencoba langkah terakhir. Pertama, Anda bisa menunggu sampai proses shutdown untuk mencabutnya. Kedua jika Anda benar-benar butuh cepat untuk mencabutnya tanpa bisa menunggu sampai shutdown terutama jika yang mengaksesnya adalah virus, lihatlah lampu yang ada pada flashdisk. Pastikan tidak ada aktivitas, baru Anda bisa langsung mencabutnya tanpa mengindahkan peringatan yang ada. Tentu saja cara ini mengandung resiko terjadi kerusakan data pada flashdisk. (pcw/cax)

sumber: google

Oleh: ch41rum4n | 15 Oktober 2009

cara kerja monitor

Prinsip kerja monitor konvensional, monitor CRT (Cathode Ray Tube), sama dengan prinsip kerja televisi yang berbasis CRT. Elektron ditembakkan dari belakang tabung gambar menuju bagian dalam tabung yang dilapis elemen yang terbuat dari bagian yang memiliki kemampuan untuk memendarkan cahaya. Sinar elektron tersebut melewati serangkaian magnet kuat yang membelok-belokkan sinar menuju bagian-bagian tertentu dari tabung bagian dalam.

Begitu sinar tersebut sampai ke bagian kaca tabung TV atau monitor, dia akan menyinari lapisan berpendar, menyebabkan tempat-tempat tertentu untuk berpendar secara temporer.

Setiap tempat tertentu mewakili pixel tertentu. Dengan mengontrol tegangan dari sinar tersebut, terciptalah teknologi yang mampu mengatur pixel-pixel tersebut untuk berpendar dengan intensitas cahaya tertentu. Dari pixel-pixel tersebut, dapat dibentuklah gambar.

Teorinya, untuk membentuk sebuah gambar, sinar tadi menyapu sebuah garis horizontal dari kiri ke kanan, menyebabkan pixel-pixel tadi berpendar dengan intensitas cahaya sesuai dengan tegangan yang telah diatur. Proses tersebut terjadi pada semua garis horizontal yang ada pada pixel layar, dan ketika telah sampai ujung, sinar tersebut akan mati sementara untuk mengulang proses yang sama untuk menghasilkan gambar yang berbeda. Makanya Belia dapat nonton objek yang seolah-olah bergerak di layar televisi atawa monitor.

Pada masa awal-awal kelahira nteknologi televisi, para ilmuwan yang merancang televisi dan tabung gambar menemui hambatan teknis. Seperti yang Belia tahu, TV zaman baheula belumlah sekeren dan secanggih sekarang, eh maksudnya belum mampu menampilkan detail gambar seperti sekarang.

Dulu, lapisan yang berpendar dalam tabung gambar kualitasnya nggak sebaik sekarang. Jadi kualitas pixel yang dihasilkan juga tidak seoptimal sekarang. Kini, seiring dengan perkembangan teknologi komputer yang membutuhkan kualitas TV dan monitor tabung yang lebih baik, untungnya kualitas lapisan berpendar dalam tabung monitor telah lebih baik.

Hasilnya diperoleh tabung gambar yang mampu menghasilkan gambar dengan resolusi yang lebih tinggi. Wajar aja, soalnya komputer banyak berurusan dengan text, dan itu membutuhkan detil gambar yang tinggi.

Sayangnya, teknologi monitor dengan tabung CRT ini ditengarai memiliki banyak pengaruh buruk bagi kesehatan penggunanya. Sejumlah riset mengindikasikan bahwa ekspos berlebihan monitor pada mata dapat menyebabkan penurunan kualitas penglihatan. Hal ini disebabkan oleh radiasi sinar elektron pada tabung gambar monitor atau televisi tabung.

Tapi manusia menemukan teknologi baru yang siap menggantikan tabung gambar sebagai alat tampilan visual. Yaitu teknologi LCD (Liquid Crystal Display), yang memungkinkan perampingan dimensi dan pemangkasan bobot peranti display monitor. Selain itu, teknologi yang satu ini disebut-sebut akrab bagi kesehatan penggunanya.

sumber: google

Oleh: ch41rum4n | 15 Oktober 2009

Cara kerja CD

Saya ada sedikit pengetahuan mengenai cara kerja CD yang sekarang banyak digunakan sebagai media penyimpan data. Secara garis besar ada dua macam/jenis CD yang dikenal. Jenis pertama dikenal dengan “CD putih”. Data dituliskan pada jenis CD ini melalui proses manufaktur (proses mengubah bahan mentah menjadi barang untuk dapat digunakan atau dipakai oleh manusia) yang khusus (kalau tidak salah melibatkan proses pressing). Hasil dari proses manufaktur ini, pada lembar disk terdapat bidang datar dan lembah (pitch). Jenis kedua adalah yang banyak ditemui di pasaran dalam bentuk blank CDs. Untuk jenis kedua ini data dituliskan dengan mengatur intensitas sinar laser pada perangkat penulis CD. Perbedaan intensitas sinar laser penulis ini akan menghasilkan daerah-daerah pada disk yang memiliki sifat pemantulan sinar yang berbeda, hanya saja tidak dalam bentuk lubang/lembah mikroskopik.
Meskipun proses pembuatannya berbeda, prinsip kerja dari kedua jenis CD ini adalah sama karena keduanya merupakan media penyimpanan data biner yang dibaca secara optik.
Pada CD data tersusun secara spiral yang ditulis/dibaca dengan mengombinasikan gerak linear dalam arah radial dari laser head dan gerakan rotasi dari disk.
Pada saat pembacaan data, sinar laser pembacaan diarahkan ke disk. Pada disk terdapat daerah yang memantulkan sinar laser dengan intensitas yang cukup tinggi dan juga daerah yang memantulkan sinar laser dengan intensitas yang tidak begitu tinggi. Intensitas sinar laser yang tinggi atau rendah ini diterima oleh reseptor optik dan diinterpretasikan sebagai data biner 1 atau 0 yang kemudian diolah lebih lanjut.
Untuk DVD prinsipnya kurang lebih sama, hanya saja kerapatan data jauh lebih tinggi dari CD biasa sehingga kapasitas penyimpanan datanya pun jauh lebih banyak.
Supaya cd rw drive anda awet maka belilah cd yang kosong /blank sesuai dengan merek dari cd RW drivenya jangan sering-sering ganti-ganti merek cd kosongnya,supaya optiknya awet makannya belilah cd kosong yang berkualitas baik.
Jika cd ini sudah ada goresan alangkah baiknya tidak digunakan lagi karena akan membuat bingung dalam menerjemahkan signal digital (memperlambat proses pembacaannya) juga bisa merusakkan optik karena optik akan bergerak naik turun dengan cepat sehingga bersentuhan langsung dengan cd yang dibaca dan kadang bisa tamat riwayatnya .

Demikian yang saya ketahui mengenai prinsip kerja CD. Jika terdapat kesalahan dalam penjelasan di atas mohon maaf dan mohon untuk dapat dikritisi.

Komputer tiba-tiba mati (Tidak mau menyala)? coba tips ini

Sudah beberapa kali saya kedatangan teman (pelanggan ) yang komputernya mati, tidak mau menyala sama sekali atau kadang hanya sampai tampilan awal kemudian berhenti / hang. Untuk mengetahui dan memecahkan masalah komputer tersebut, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.

Komputer yang mati/ hang sebelum masuk ke sistem operasi bisa penyebabnya bisa bermacam-macam. Berikut Tips yang sudah pernah saya praktekkan dan hampir selalu berhasil. Pilih yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi, atau lakukan secara bertahap.

  • Cek Kabel, mulai dari Kabel yang masuk ke UPS/Stabilizer, kabel Power ke Monitor, kabel Monitor ke CPU dan kabel yang masuk ke Komputer. Pastikan pemasangannya telah sesuai dan kencang, serta arus listriknya ada dan cukup.
  • Jika terdapat CD-ROM / DVD-ROM dan bisa dibuka/tutup, maka kemungkinan permasalahan ada di komputer (CPU), mulai dari kabel power yang masuk ke motherboard atau motherboard itu sendiri, cek pemasangan kabelnya.
  • Jika dua langkah diatas sudah dicek, dan masih belum menyala, matikan komputer dan Reset BIOS di Motherboard. Caranya bisa dilihat di buku panduan motherboard, dan cari menu Reset BIOS. Biasanya untuk mereset BIOS dapat dilakukan pada Jumper 1 (JP1). Disana ada 3 pin, yang 2 diantaranya dihubungkan dengan sebuah konektor kecil. Untuk mereset, tinggal melepas dan memasang di 2 pin yang satunya. Misalnya 3 pin tersebut 1,2,3 dan pin 1 dan 2 sudah terhubung, maka untuk mereset tinggal melepas dan memasang di pin 2 dan 3. Biarkan sekitar 30 detik atau lebih kemudian kembalikan seperti semula. Nyalakan komputer.
  • Jika BIOS telah di reset dan masih tidak menyala, coba lepas Baterai CMOS, yang ada di motherboard. Diamkan sekitar 1 menit, kemudian dipasang kembali dan nyalakan komputer. Jika baterai sudah cukup lama, lebih dari 3 tahun, ada baiknya diganti dengan yang baru. Apalagi jika jam di komputer sering tidak cocok.
  • Jika kipas Processor / VGA berputar, tetapi komputer masih belum menyala, maka kemungkinan ada yang tidak beres dengan BIOS motherboard atau Motherboard memang sudah rusak. Mungkin BIOS perlu di Update, tetapi sebelum update, komputer harus bisa menyala (masuk BIOS) terlebih dahulu. Untuk melakukan hal itu, coba lepas kabel Hardisk, CD-ROM, Floppy. Kemudian, lepas Memori komputer (RAM) dan ganti di slot yang lain atau gunakan memori komputer lain. Hal ini mungkin harus diulangi sampai beberapa kali, hingga ada tanda-tanda kehidupan…
  • Jika CPU sudah kelihatan bekerja, hardisk berputar dan lampu led CPU berkedip-kedip tetapi monitor tidak ada tampilannya, maka kumungkinan VGA ( Kartu Grafis) komputer yang bermasalah. Coba ganti dengan VGA lain atau cek VGA tersebut di komputer lain (Hal ini jika VGA tidak jadi satu dengan motherboard).

Jika dengan semua langkah diatas, komputer juga belum menyala, mungkin komputer perlu di service orang yang lebih ahli. Untuk mengetahui lebih detail permasalahan motherboard atau ingin menjadi teknisi, sebaiknya membeli sebuah alat khusus yang disebut PC Analyzer, yang memang dirancang untuk mengetahui kerusakan motherboard. Silahkan berbagi pengalaman anda mengenai komputer yang tiba-tiba mati dan tidak mau menyala.. semoga bermanfaat.

Informasi

CPU yang dimaksud diatas adalah Motherboard, Memori, CPU, Power Supply, Hardisk, Floppy dan komponen lainnya yang ada dalam Casing Komputer, selain monitor. Meskipun sebenarnya CPU adalah Central Processing Unit (Processor), misalnya Pentium4, AMD dsb. Hal ini untuk mempermudah saja.

sumber : google

Oleh: ch41rum4n | 29 September 2009

Karakteristik dan Tips menjaga Flashdisk lebih awet

Karakteristik dan Tips menjaga Flashdisk lebih awet

Tidak dipungkiri bahwa flashdisk saat ini menjadi media yang paling sering digunakan menyimpan data yang mudah di bawa kemana-mana. Tetapi sedikit yang memperhatikan masalah pnggunaan flashdisk ini. Mungkin karena kapasitasnya ber-Giga-giga, maka semua data dimasukkan, dan setiap saat dipasang di komputer ibarat hardisk mini. Bahkan ada yang isinya tidak hanya ratusan data, tetapi ribuan data.

Sedikit orang yang tahu bahwa flashdisk mempunyai umur, ibarat lampu TL yang mempunyai umur (misalnya tahan sampai 5000 jam). Begitu pula Flashdisk. Tapi apa ukuran umur flashdisk? Bagaimana menggunakan flashdisk agar lebih awet / tahan lama? hal-hal penting apa yang perlu diketahui tentang flashdisk ?

Beberapa hal yang menjadi Karakteristik Flashdisk
Beberapa hal yang mungkin perlu diketahui tentang flashdisk (murni USB Flash disk, bukan MP3/MP4) :

  • USB Flash Disk hanya bisa aktif jika ada arus listrik yang bisa diperoleh melalui port USB.
  • Beberapa Flash Disk memerlukan arus atau daya listrik yang lebih besar dibanding lainnya, sehingga kadang harus ditancapkan langsung di port motherboard ( tanpa kabel sambungan dan bukan port di depan) agar bisa terdeteksi.
  • Flash Disk tidak bisa terbaca jika kabel yang digunakan terlalu panjang, karena biasanya arusnya kurang kuat.
  • Flash Disk memiliki umur/masa pakai, misalnya 100.000 baca/tulis atau ketahanan sampai 10 tahun.
  • Kecepatan akses membaca lebih cepat daripada menulis di flashdisk. Misalnya membaca 16 MB/s sedangkan menulis 4 MB/s (satu dan lainnya berbeda-beda)
  • File sistem yang biasa digunakan adalah FAT atau FAT32, karena bisa diakses hampir dimanapun yang mensupport USB port. Meski bisa diformat sesuai dengan tipe sistem operasi, seperti NTFS.
  • Defragment file di flashdisk tidak diperlukan dan tidak berpengaruh ke kecepatan akses, karena flashdisk menggunakan Memory tipe Random Akses.

Bagaimana mengamankan data didalamnya ?

Satu-satunya jalan sepertinya dengan meng-enkripsi data yang ada di flash disk. Meskipun saat ini ketika membeli flash disk disertakan software yang bisa mengunci (lock), tetapi tetap bisa dibuka dikomputer yang tidak ada software tersebut. USB Flash disk kemungkinan tidak rusak meski terkena air atau bahkan terendam, asal sebelum dipakai dikeringkan terlebih dahulu.

Tips Menggunakan Flashdisk agar lebih awet

  • Jangan menyimpan file-file yang sangat banyak kedalam flashdisk, jika memungkinkan lebih baik di zip. Karena semakin banyak menyimpan file maka proses menulis flashdisk juga akan lebih banyak, sehingga umurnya juga cepat berkurang.
  • Jika tidak begitu penting, hindari mengedit langsung dari flashdisk. Alternatifnya copy data di komputer, kemudian di edit dan setelah selesai baru kembali di copy ke Flashdisk.
  • Jika tidak dipakai/digunakan, lepas Flashdisk dari komputer.
  • Usahakan selalu melepas Flashdisk dari komputer melalui “Safety Remove Hardware” dan hindari langsung melepas ketika sedah dalam proses membaca/menulis, karena bisa saja rusak akibat arus listrik.

Flashdisk satu dengan lainnya mempunyai umur dan kecepatan yang berbeda-beda. Satu lagi tips ketika membeli flashdisk, jangan hanya melihat harganya, tetapi juga garansinya, jika lebih mahal sedikit tetapi garansi lebih lama, maka pilih yang garansinya lebih lama. Semoga bermanfaat (http://ebsoft.web.id)

USB Flash drive (Flashdisk) tiba-tiba tidak terdeteksi/error


Baru saja USB Flashdisk saya yang berukuran 2 GB yang tiba-tiba tidak terdeteksi, di Windows Explorer hanya mendeteksi Removable Drive, ketika mencoba di buka hanya muncul pesan bahwa kita diminta memasukkan Disk ke drive tersebut atau muncul pesan Please insert a disk into drive M:, padahal Flashdisk sudah terpasang.

Kaget juga melihat hal itu, mengingat sebelumnya sepertinya tidak di lepas secara paksa. Hanya saja memang dipakai untuk mengcopy file dari 2 keping CD ke laptop teman.

1usb

Langsung saja saya mencoba untuk memeriksa Flashdisk tersebut, karena berisi data-data yang cukup banyak, dan sebagian cukup penting. Berikut langkah-langkah yang saya coba dan biasanya bisa memecahkan masalah tersebut.

1. Di coba di komputer / port USB lain

Kadang masalah seperti ini hanya terjadi di komputer kita sendiri saja, sehingga perlu dicoba di komputer lain. Karena disini ada satu komputer dan laptop teman, maka langsung saya coba disana, tetapi hasilnya nihil, tetap saja hanya mendeteksi sebagai Removable Drive, begitu dibuka hanya muncul pesan seperti diatas. Begitu juga ketika di pasang di port USB lainnya.

2. Format di windows Explorer

Sebenarnya tidak ingin di format, karena khawatir dengan data yang berada di dalamnya. Tetapi karena di beberapa komputer juga tidak terdeteksi dan Alhamdulillah sebagian data masih tersimpan juga di hardisk, saya mencoba memformat dengan format standard Windows. hasilnya masih sama, belum juga berhasil.

3. Menggunakan HP USB Disk Storage Format Tool

Dua langkah sebelumnya tidak berhasil, maka langsung saja membuka browser dan mencari informasi melalui google. Di beberapa tempat membaca bahwa sebagian orang bisa mengatasi masalah seperti ini dengan menggunakan software gratis ini, HP USB Disk Storage Format Tool. Meski di design khusus untuk USB HP, tetapi ini juga bisa digunakan untuk lainnya.

2usb

Setelah saya coba, malah software-nya yang tidak mendeteksi adanya Flashdisk, sehingga cara ini tidak berhasil. Jika ingin bisa mencoba Download HP USB Format tools ( 1.98 MB) selengkapnya bisa dibaca di PCWorld

4. Mencoba dengan Ubuntu Linux 8.10

Cara berikutnya saya mencoba dengan memasang Flashdisk di sistem operasi Linux Ubuntu 8.10. Dengan CD ini kita bisa menjalankan Ubuntu langsung dari CD ( tanpa menginstall di Hardisk).

Begitu masuk ke Ubuntu, memang mendeteksi adanya Flahsdisk, tetapi disertai dengan tanda ada yang tidak beres. Dan memang, ketika mencoba membuka-nya tidak ada respond apa-apa, bahkan ketika mencoba memformat juga tidak bisa.

5. Melalui Disk Management

Kembali ke windows, mencoba mencari informasi lagi melalui internet, mendapatkan informasi untuk format melalui disk Management ( Klik kanan My Computer > Manage dan di pilih Disk Management). Ini pun tidak membuahkan hasil, lalu cara lain lagi ( masih melalui Disk Management ) dengan mengganti Drive letter Flashdisk, yang semula M: diganti yang lain. Di Forum tersebut banyak pemilik flashdisk yang menuliskan bahwa cara ini berhasil.

Maka saya mencobanya, dengan klik kanan Drive M: ( flashdisk saya), kemudian pilih menu Change Drive Letter and Path for M: saya coba dengan drive X. setelah itu windows sempat muncul pesan Disk Error, tetapi drive bisa berganti menjadi X:, kemudian saya coba membukanya. Cara ini pun masih belum berhasil.

6. Memanfaatkan Garansi Flashdisk

Karena berbagai cara sebelumnya tidak membuahkan hasil, akhirnya saya coba cari Nota pembelian Flashdisk ini. Disana tertulis garansi Lifetime, jadi akhirnya saya putuskan mengembalikan ke toko-nya, berharap bisa langsung di ganti baru.

Ternyata toko tidak mengganti langsung, tetapi dikirim ke perusahaan pembuatnya, yang baru libur dan baru diproses awal Januari. Memang katanya akan diganti baru, tetapi baru sekitar petengahan Januari. Sepertinya tidak ada pilihan lain yang lebih baik, sehingga saya setuju saja.

Sebenarnya masih ada cara lain, seperti di format dengan software bawaan flashdisk jika ada, meskipun kemungkinan berhasil juga kecil jika berbagai langkah diatas tidak berhasil.

Semoga pengalaman ini bisa bermanfaat bagi yang membaca, dan memang kita sebaiknya tidak mengandalkan penyimpanan hanya di flashdisk untuk data-data sangat penting, karena bisa saja tiba-tiba flashdisk rusak atau mati.

sumber : google

Oleh: ch41rum4n | 13 September 2009

Cara Mendownload Video Dari youtube

Cara Mendownload Video Dari youtube.com Menggunakan .www.keepvid.com

1.buka mozilla firefox

2.buka situs youtube.com

3.tekan Ctrl+t untuk menambahkan tab baru pada mozilla firefox

4.buka situs http://www.keepvid.com pada tab yang ke-2 tadi

1

5.pada youtube cari lalu buka video yang kamu inginkan

6.copy alamat url yang ada di situs youtube
2
7.lalu pastedi keepvid
3
8.tunggu beberapa saat sampai ada tampilan download seperti gambar yang dibawah ini
4
9.klik download, klik save
5

Selamat mencoba
Semoga bermanfaat…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.